Simbol Flowchart dan Contohnya untuk Pemula (Plus Kode Python)
Flowchart (diagram alir) adalah gambar langkah-langkah sebuah proses atau algoritma, disusun dari simbol-simbol standar yang dihubungkan dengan panah. Biasanya flowchart jadi materi pertama di mata kuliah algoritma dan pemrograman, karena memaksa kita berpikir runtut sebelum menulis kode.

Foto: StockSnap (CC0)
Simbol-simbol flowchart yang paling sering dipakai
Aturan dasar menggambar flowchart
- Diawali dan diakhiri dengan simbol terminator.
- Arah alir dari atas ke bawah, atau dari kiri ke kanan.
- Simbol keputusan selalu punya dua jalur keluar, misalnya Ya dan Tidak, dan keduanya diberi label.
- Setiap simbol proses hanya punya satu garis keluar.
- Tulis isi simbol singkat dan jelas, misalnya
total ← total + nilai.
Contoh 1: menentukan bilangan genap atau ganjil
Kode Python yang sesuai dengan flowchart di atas:
n = int(input("Masukkan bilangan: "))
if n % 2 == 0:
print("Genap")
else:
print("Ganjil")
Contoh 2: perulangan, menghitung rata-rata nilai
Untuk perulangan, garis alir kembali ke atas menuju simbol keputusan. Langkah-langkahnya:
- Mulai
- Proses:
total ← 0,i ← 1 - Input:
jumlah_siswa - Keputusan:
i ≤ jumlah_siswa ?- Ya → Input
nilai→ Prosestotal ← total + nilai,i ← i + 1→ kembali ke langkah 4 - Tidak → lanjut ke langkah 5
- Ya → Input
- Proses:
rata ← total / jumlah_siswa - Output: cetak
rata - Selesai
jumlah_siswa = int(input("Jumlah siswa: "))
total = 0
i = 1
while i <= jumlah_siswa:
nilai = float(input(f"Nilai siswa ke-{i}: "))
total = total + nilai
i = i + 1
rata = total / jumlah_siswa
print("Rata-rata:", rata)
Kesalahan yang sering terjadi
- Memakai simbol proses (persegi) untuk input/output. Input dan output memakai jajaran genjang.
- Simbol keputusan hanya diberi satu jalur keluar, atau jalurnya tidak diberi label Ya/Tidak.
- Perulangan tanpa pengubah nilai (
i ← i + 1lupa ditulis), sehingga program tidak pernah berhenti. - Garis alir saling bersilangan tidak beraturan. Gunakan konektor jika diagram terlalu panjang.
Flowchart vs pseudocode
Flowchart mudah dipahami secara visual dan cocok untuk menjelaskan alur ke orang lain. Pseudocode lebih cepat ditulis dan lebih dekat ke kode program. Di tugas kuliah, keduanya sering diminta sekaligus untuk soal yang sama.
Baca juga: Apa itu OOP dan contoh forward chaining di sistem pakar.