Use Case Diagram: Pengertian, Simbol, dan Contoh Sistem Perpustakaan
Use case diagram adalah salah satu diagram UML (Unified Modeling Language) yang menggambarkan siapa yang memakai sistem dan apa saja yang bisa mereka lakukan. Diagram ini biasanya dibuat paling awal saat menganalisis kebutuhan, sebelum class diagram atau desain database.

Foto: StockSnap (CC0)
Sebagai contoh, saya pakai kasus yang sama dengan tulisan DFD perpustakaan, supaya terlihat perbedaan cara pandang kedua diagram.
Komponen use case diagram
| Komponen | Simbol | Arti |
|---|---|---|
| Aktor | Gambar orang (stick figure) | Peran pengguna atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem |
| Use case | Elips | Fungsi atau layanan yang diberikan sistem, ditulis dengan kata kerja |
| Batas sistem | Persegi panjang besar | Memisahkan apa yang ada di dalam dan di luar sistem |
| Asosiasi | Garis lurus | Aktor terlibat dalam use case tersebut |
| <<include>> | Panah putus-putus | Use case lain yang selalu dijalankan |
| <<extend>> | Panah putus-putus | Use case tambahan yang hanya kadang-kadang dijalankan |
| Generalisasi | Panah segitiga kosong | Pewarisan antaraktor atau antar-use case |
Contoh: sistem informasi perpustakaan
Penjelasan diagram
- Anggota bisa mendaftar dan mencari buku melalui katalog.
- Petugas melayani peminjaman, pengembalian, dan mengelola data buku. Dalam contoh ini, peminjaman dicatat oleh petugas di meja layanan, bukan oleh anggota sendiri.
- Kepala perpustakaan hanya melihat laporan.
- Meminjam buku dan Mengembalikan buku include Login, karena petugas wajib login sebelum mencatat transaksi. (Agar gambar tidak ramai, include Login untuk Mengelola data buku tidak digambar, walaupun di sistem nyata juga berlaku.)
- Membayar denda extend Mengembalikan buku, karena denda hanya muncul jika terlambat. Arah panah extend menuju use case utama.
Include vs extend, cara gampang mengingat
| <<include>> | <<extend>> | |
|---|---|---|
| Kapan dijalankan | Selalu | Hanya pada kondisi tertentu |
| Arah panah | Dari use case utama → use case yang di-include | Dari use case tambahan → use case utama |
| Contoh | Meminjam buku → Login | Membayar denda → Mengembalikan buku |
Skenario use case (use case description)
Diagram saja tidak cukup. Setiap use case penting biasanya dilengkapi deskripsi skenario. Contoh untuk Mengembalikan buku:
| Nama use case | Mengembalikan buku |
|---|---|
| Aktor | Petugas |
| Prakondisi | Petugas sudah login; buku tercatat sedang dipinjam |
| Skenario utama | 1. Petugas memindai kode buku. 2. Sistem menampilkan data peminjaman. 3. Sistem menghitung keterlambatan. 4. Petugas menekan tombol "Kembalikan". 5. Sistem menyimpan tanggal kembali dan menambah stok buku. |
| Skenario alternatif | 3a. Jika terlambat, sistem menghitung denda dan menjalankan use case Membayar denda. |
| Pascakondisi | Status peminjaman menjadi "selesai" |
Kesalahan yang sering terjadi
- Use case ditulis sebagai langkah kecil seperti "klik tombol simpan" atau "isi form". Use case adalah tujuan pengguna, bukan langkah teknis.
- Aktor berupa nama orang ("Pak Budi"). Aktor adalah peran (Petugas).
- Database digambar sebagai aktor. Database adalah bagian dalam sistem, bukan aktor.
- Use case saling dihubungkan dengan garis biasa untuk menunjukkan urutan. Use case diagram tidak menggambarkan urutan; untuk itu gunakan activity diagram atau flowchart.
- Include dan extend dipakai berlebihan, sehingga diagram mirip flowchart.
Baca juga: simbol flowchart dan contohnya.